Ada yang bilang, bahwa nafsu wanita lebih kuat dari pada laki-laki,
nafsu tentang keduniawian tentunya...
yang awalnya hanya window shoping, memegang hingga akhirnya berusaha untuk memilikinya, padahal kemanfaatannya juga dipertanyakan...
Apalagi, ketika diri sudah gerah akan kehebatan, kekayaan, kesempurnaan orang lain.
Kadang merasa iri terhadap tetangga yang baru membeli sesuatu, kemudian merengek meminta kepada suami.
Lalu, ketika suami tak mampu mencukupi.... Siapa yang harus disalahkan...
si Istrikah??? atau si Suami ??? yang tidak mampu menyediakan uang, yang bekerja dan hanya mendapat sedikit uang, atau yang mungkin malas untuk berusaha....
Bukankah suami yang harus menyediakan nafkah bagi istri dan anak-anaknya ???