29 Des 2012

♥ Dear Cici ♥

Sometimes to be a mature, we didn't always need a problem.....
experience with problems just make you live in regret

problem come to us, because we can't see around....
we close our heart to listen the other. Maybe friend / famly, who love n care to us.
but the crucial is, we didn't know whos our freind.

22 Des 2012

_ end of 2012 _

Biarkan akhir tahun ini berjalan cepat Tuhan...
Seperti yang ku katakan pada seseorang disana.
Melalui hari di bulan desember ini terasa sangat berat,
dan waktu terasa berjalan lambat.

4 Des 2012

_ I’m wide awake_

I’m wide awake, I was in the dark, I was falling hard, With an open heart
I’m wide awake, How did I read the stars so wrong.........   (´⌒`)

\(≧o≦)/

Read more at: http://twovoldemort.blogspot.com/2012/09/kumpulan-autotext-bb.html
Link sumbernya disini gan :D
⊙﹏⊙

Read more at: http://twovoldemort.blogspot.com/2012/09/kumpulan-autotext-bb.html
Link sumbernya disini gan :D
⊙﹏⊙

Read more at: http://twovoldemort.blogspot.com/2012/09/kumpulan-autotext-bb.html
Link sumbernya disini gan :D

I’m wide awake, And now it’s clear to me
That everything you see, Ain’t always what it seems
I’m wide awake, I was dreaming for so long

27 Nov 2012

♣ just like butterfly ♣


Tuhan, Engkau Maha Melihat dan Maha Tau,
ditanganMu lah keadilan benar-benar adil, karena Engkau lah Maha Bijaksana diatas segala-galanya.
Engkaulah penentu hukuman bagi kami, manusia.

21 Nov 2012

_ Kita Hanya Singgah Untuk Minum _

Di dunia ini, kita hanya singgah untuk minum. tentu saja, minum secukupnya...tak perlu berlebih, karna berlebih adalah tanda serakah.
Di dunia ini, mengapa manusia hanya memikirkan harta benda saja...???
sikut sana, sikut sini...hanya ingin mendapat kan kekuasaan.

8 Nov 2012

# Komitmen- Share By friend #

Dear Maya....
Ada perbedaan antara minat dan komitmen. Saat Anda tertarik melakukan sesuatu, Anda mengerjakannya hanya jika situasi mengizinkan. Tetapi saat Anda berkomitmen melakukan sesuatu, Anda tidak menerima alasan, hanya hasil.

30 Okt 2012

_ Nafsu Wanita _

Ada yang bilang, bahwa nafsu wanita lebih kuat dari pada laki-laki,
nafsu tentang keduniawian tentunya...
yang awalnya hanya window shoping, memegang hingga akhirnya berusaha untuk memilikinya, padahal kemanfaatannya juga dipertanyakan...

Apalagi, ketika diri sudah gerah akan kehebatan, kekayaan, kesempurnaan orang lain.
Kadang merasa iri terhadap tetangga yang baru membeli sesuatu, kemudian merengek meminta kepada suami.

Lalu, ketika suami tak mampu mencukupi.... Siapa yang harus disalahkan...
si Istrikah??? atau si Suami ??? yang tidak mampu menyediakan uang, yang bekerja dan hanya mendapat sedikit uang, atau yang mungkin malas untuk berusaha....
Bukankah suami yang harus menyediakan nafkah bagi istri dan anak-anaknya ???

17 Okt 2012

◘ apologize ◘

I'm holding on your rope,
Got me ten feet off the ground
I'm hearin what you say but I just can't make a sound
You tell me that you need me
Then you go and cut me down...

It's too late to apologize, it's too late

I said it's too late to apologize, it's too late

_ Apologize by David A & One Republic _

12 Okt 2012

Wanita yang Bagaimana ???

kutipan dari Mario Teguh,

Untukmu laki-laki yang masih sendiri dan letih dalam pencarian belahan jiwamu, dengarlah ini …
Hentikanlah pengejaranmu untuk mendapatkan wanita yang cantik menurut nafsumu.


Cobalah buka mata hatimu bagi wanita yang cantik dalam pandangan Tuhan, dan engkau akan melihat banyak wanita sederhana yang kecantikannya sejati, yaitu yang daya tariknya berpendar dari hati yang bersih dan pikiran yang baik. 


Wanita yang cantik dalam kesederhanannya, adalah wanita cantik yang sesungguhnya.


10 Okt 2012

• musim haji •

Musim  haji tahun ini mengingatkanku pada musim haji tahun lalu 2011....
Aku dan seluruh keluarga, mengantarkan Ibu dan Bulekku...
Rasanya sedih campur bahagia, terharu tapi senang...
Dalam hati, ingin menemani, ikut pergi ke Tanah Suci.
Hari yang dilalui lambat berganti....

9 Okt 2012

• How to Recover from a Prince Harming •

How to Recover from a Prince Harming
POSTED ON: SEPTEMBER 21, 2011
Originally an article on Oprah.com

I fully empathise with Sandra Bullock’s pain over her cheating ex-husband. Been there, fallen for him. Unfortunately, I found myself very much duped by a man who convincingly presented himself as loving, committed and loyal, only to later to discover that he was more than a two-timing cheater—he was a three-’n-four-’n-five-timing cheater.

I know just how difficult it can be to pick yourself up after a painful romantic fall. At first, you might find yourself preoccupied with a bubbling stew of emotions: depression, shame, hopelessness, outrage, despair, rage, resentment, negativity, doubt, insecurity, fear and an overall sense of emotional hypochondria. You may become convinced that the best way to protect your breaking heart is to put on the permanent love brakes. It’s very important not to allow yourself to wallow in these negative emotions for too long.

5 Okt 2012

▬ Bahagia ▬

Bahagia, sesungguhnya ada di dalam hati.....

karena hati lah yang bisa menciptakannya, sekaligus merasakannya....

bukan intan permata yang membuat hati bahagia...

bukan kekayaan yang berlimpah yang membuat jiwa bahagia....

hanya kesederhanaan saja, sudah bisa membuat manusia bahagia...

3 Okt 2012

◘ Hakikat Sabar ◘

Sabar itu adanya di dalam hati....
memang sangat tidak mudah menjadi orang sabar, apalagi menjaga hati dari sikap marah dan benci dalam menghadapi Takdir Allah ataupun perlakuan yang menyakitkan dari sesama manusia.


Mereka yang disakiti, didustakan, dituduh oleh sesamanya akan mendapat anugrah yang terindah dan rizky yang tidak bisa akan disangka-sangka datangnya dari Allah SWT, ketika mereka menerimanya dengan tenang, lapang hati dan kesabaran.


"Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh".

1 Okt 2012

♥ Beloved Father ♥

Dear Father........
It's hard for me to grow up without you in my side....
I need you to guide me...to be good person like you wanted...

I'm sorry, still can't make you proud of me.....
and I didn't good enough to take care of Mom....
I'm still make her disappoint than make her happy....

Dear Father.........
Did you know, if I really missing you so much....

Terkadang, aku merasa sangat iri, pada mereka yang masih punya Ayah dan Ibu....
yang masih merasakan kasih sayang dari kedua orang tua.
masih bisa bermanja-manjaan kepada keduanya....
Rasanya ingin, dibelai manja...dibimbing, dinasehati dan dimarahi karna kenakalan kita....

27 Sep 2012

Berkawan dan Bersahabat

Terimakasih kawan, sahabat....yang menyayangiku, walaupun bukan Kekasihku........
Terimakasih kalian telah membimbingku, menguatkanku, mengajarkanku tentang hidup...
tentang ketegasan menjadi seorang Manusia....

Terimakasih kalian telah menyadarkanku, bahwa sesungguhnya "aku sangat berarti...."
ternyata aku salah, kadang aku merasa sendiri....
tak berarti bagi siapapun....
aku salah, yang merasa bahwa orang lain tidak mau perduli terhadapku....
aku salah, yang berfikir bahwa sahabat hanya sekedar sahabat....haha hihi...dan hanya happy-happy

26 Sep 2012

• Memory's •

Otak adalah organ paling penting bagi manusia, karena dalam otak segala memori tentang perjalanan hidup manusia tersimpan. Entah pengalaman baik ataupun buruk.
Berdasarkan keterangan para ahli, memori tidak bisa dihilangkan, dihapus, dimusnahkan dari otak manusia, kecuali karena sakit hingga mati.

Memori akan terus tersimpan di dalamnya,
kadang tanpa disengaja, memori tentang masa lalu akan terpanggil dan teringat ketika ada stimulus pembantu seperti benda, suasana, tempat dll.
akan tetapi terkadang memory hadir tanpa kita sangka, apa lagi ketika pikiran kita kosong

The Ganglion on my hand

18 september 2012, aku memeriksakan diri ke Dokter Bedah PKU M Yogyakarta,
Ada benjolan di pergelangan tangan kananku, yang ku kira tadinya adalah tulang. Bentuknya keras, walaupun kecil, tidak sakit, tapi ketika cape' atau terlalu lama mengangkat beban berat, berakibat ngilu di tulang pergelangan tangan hingga ke siku.

Akhirnya dokter memberitahukan, bahwa benjolan tersebut bernama Ganglion. Ganglion bisa disebut sebagai sebuah kista yang tumbuh terutama di daerah sendi atau tendon. Di daerah sendi, ada jaringan yang berfungsi menghasilkan cairan pelumas sendi. Ganglion ini muncul, ketika jaringan tersebut dipenuhi jell bening yang membesar dan akhirnya membentuk benjolan.

20 Sep 2012

♥ Look with your heart ♥

Love's a curious thing
It often comes disguised
Look at love the wrong way
It goes un-recognized

So look with your heart
And not with your eyes
A heart understands
A heart never lies

► Sakit Itu Anugrah ◄

Tatkala yang lain merasa berkekuarangan atas diri mereka,
kadang kita tak sadarkan diri...
terlena oleh dunia kita, dan tak menyadari anugrah yang telah Allah berikan...
ketika kita sehat,
kadang kita lupa bersyukur atas nikmatnya....
kadang kita lupa bahwa kita mampu melakukan apapun,
dengan fisik dan mental kita yang tak berkurang, serta harta yang berkecukupan...
banyak orang yang tidak beruntung diluar sana,....terkadang kita hanya berempati saja....
tidak melakukan apapun....
apa arti hidup ini, bila kita tak mau mensyukuri nikmat-Nya....
dan apa artinya bila kita tak mau berbagi.....

13 Sep 2012

Just because you're hurt doesn't mean you'r broken

If you regret some of the decisions you made in the past, don't be so hard on yourself.
At that time, you did your best with the knowledge that you had.
At that time, you did your best with the experience that you had.
Some of your decisions might of been coping skills and a time when you didn't know what you know today.

12 Sep 2012

Belajar Shalat

Salah satu kewajiban kita sebagai orang Muslim, adalah melaksanakan Ibadah Shalat. 
Karena Shalat merupakan salah satu Rukun Islam yang akan mendatangkan keselamatan bagi manusia dan merupakan amalan yang pertama kali akan dihisab.
Mengapa kita butuh Sholat??? karna dengan sholat akan menentramkan jiwa kita, menghindarkan kita dari perbuatan keji dan mungkar....

4 Sep 2012

__ Negeri Dongeng __

Ternyata kita tidak hidup di dunia dongeng, seperti di film Alice, Snow white dll....
dimana kita bisa melakukan apapun sesuai dengan kehendak hati, apapun yang kita mau akan kita gapai dengan mudah.....

tapi tidak di dunia nyata ini....
perlu kerja keras, membangun komitmen dengan diri sendiri untuk menjadi sukses...
dan hendaknya kita harus berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan....
Semoga kebahagiaan akan hadir menyambut dan menemani kita diujung penantian panjang kita,

1 Sep 2012

Hakikat Cinta

Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”, lalu satu demi satu mereka menjawab…
Bumi menjawab:
“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”

Air menjawab:
“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan

30 Agu 2012

Muda dan Sukses

Anak muda yang akan sukses besar, memang sering galau tapi jarang menyerah.
Dia sering menangis tanpa alasan dan tertawa geli tanpa sebab.
He he … memang terkadang orang tertukar antara dia dan pasien yang melarikan diri sebelum pengobatannya selesai, tapi seperti itulah ciri-ciri anak muda yang akan menjadi pribadi hebat di masa depan.

Dia mungkin miskin hari ini dan ditolak bahkan oleh wanita yang tidak cantik, tapi dia akan sukses dan dikejar-kejar wanita cantik dan gemulai dari kalangan dusun sampai kompleks gedongan.
Tapi dia akan mendewasa, dan tidak mudah silau oleh kecantikan bedak dan sasakan rambut produksi salon.

Dia mencari wanita yang indah hatinya, yang manja lebay tapi galak dalam membelanya, yang hati dan matanya dijaga hanya untuknya, yang memelihara kecantikannya yang sederhana itu sampai jauh ke masa tua, yang melahirkan anak-anaknya yang sehat, cedas dan lucu; yang akan membantu suaminya menjadi pribadi yang sukses dan berpengaruh, dan yang akan menjadi sahabat bagi kebahagiaan satu sama lain dalam umur yang panjang dan sehat.

Memang tidak mudah menjadi anak muda, karena kegagalannya adalah kegagalan masa depannya; dan semuda itu dia harus berhasil agar masa depannya mapan dan berwibawa.

Jiwa-jiwa muda adalah kekasih-kekasih Tuhan yang sedang dalam pembentukan.

Adik-adikku yang baik hatinya,
Bersabarlah. Sudah banyak petunjuk baik dari Tuhan, dari orang tuamu, dari para guru dan penasihat.

Patuhilah yang baik, dan hidupmu akan baik.

Aamiin

by Mario Teguh


Kehidupan Jalan Raya

Gambaran dari kehidupan ada di Jalan Raya... yang bisa kusebut sebagai miniatur kehidupan.
Bagi sebagian orang yang berfikir, hidup pastilah mempunyai tujuan.

Begitu juga dengan perjalanan berkendara, kita punya gambaran tujuan kemana arah akan kita tempuh.
untuk menggapai tujuan tersebut kita membutuhkan sebuah media, yang kita ibaratkan sebagai jalan, Jalan Raya....

Walaupun banyak sekali jalan, pasti kita akan pilih 1 jalan yang sesuai menurut hati nurani kita.
kita akan ikuti ritme, kelokan, tanjakan, struktur jalan rusak adalah sebagai perumpamaan dari masalah kehidupan yang harus kita hadapi,
belum lagi, banyak macam pengendara yang berjalan bersama kita....
ada yang berjalan santai dan berhati-hati, ada yang berjalan santai karna ingin menikmati perjalanan, ada yang melamun karna tujuannya semu, ada juga yang ingin cepat sampai dengan menggunakan kecepatan tinggi namun tetap berhati-hati, ada pula yang ngebut dan ugal-ugalan, hingga menyebabkan was-was bahkan menyebabkan celaka orang lain di sekitarnya....
Ternyata, banyak sekali orang-orang yang tidak memperdulikan keselamatan diri mereka, bahkan keselamatan orang lain disekitarnya....*lihat disekeliling kita

Sesungguhnya, permasalahan kehidupan ini tidak hanya datang dari diri kita pribadi, tetapi permasalahan juga banyak datang dari orang-orang disekeliling kita.

Mungkin, hanya manusia yang sempurna saja yang bisa mengendarai kendaraannya dengan tenang, melaju dengan cepat, tetap menjaga keselamatan dirinya dan pengendara lainnya.... mungkin hanya manusia sempurna yang bisa menjalani kehidupan dengan sempurna pula....
Bagi yang merasa belum sempurna, seperti layaknya diri saya...hanya bisa berusaha dengan baik dan bijaksana menjalaninya....

Tak ubahnya dalam kehidupan, kadang kita juga harus barbalik arah, mencari jalan lain ketika kita mendapatkan jalan buntu atau patahnya jembatan penyebrangan. 
Mengubah ulang gambaran alur perjalanan, agar sampai pada tujuan yaitu KEBAHAGIAAN
jangan lupa yaa....beri tumpangan pada orang lain, karna dengan kebaikan, maka kita akan temukan kebagiaan.....

tetap Semangat jalani hari, Drive Safe dan sesuai jalur, jadilah pengendara yang bijak...
pilihlah jalan yang akan membawamu dalam tujuan yang abadi....
___Kebahagiaan Dunia dan Akhirat___




28 Agu 2012

♥♥ Cinta Laila Majnun ♥♥


Alkisah, seorang kepala suku Bani Umar di Jazirah Arab memiIiki segala macam yang diinginkan orang, kecuali satu hal bahwa ia tak punya seorang anakpun. Tabib-tabib di desa itu menganjurkan berbagai macam ramuan dan obat, tetapi tidak berhasil.Ketika semua usaha tampak tak berhasil, istrinya menyarankan agar mereka berdua bersujud di hadapan Tuhan dan dengan tulus memohon kepada Allah swt memberikan anugerah kepada mereka berdua. “Mengapa tidak?” jawab sang kepala suku. “Kita telah mencoba berbagai macam cara. Mari, kita coba sekali lagi, tak ada ruginya.”

Mereka pun bersujud kepada Tuhan, sambil berurai air mata dari relung hati mereka yang terluka. “Wahai Segala Kekasih, jangan biarkan pohon kami tak berbuah. Izinkan kami merasakan manisnya menimang anak dalam pelukan kami. Anugerahkan kepada kami tanggung jawab untuk membesarkan seorang manusia yang baik. Berikan kesempatan kepada kami untuk membuat-Mu bangga akan anak kami.”

Tak lama kemudian, doa mereka dikabulkan, dan Tuhan menganugerahi mereka seorang anak laki-laki yang diberi nama Qais. Sang ayah sangat berbahagia, sebab Qais dicintai oleh semua orang. Ia tampan, bermata besar (mbelalak), dan berambut hitam, yang menjadi pusat perhatian dan kekaguman.

Sejak awal, Qais telah memperlihatkan kecerdasan dan kemampuan fisik istimewa. Ia punya bakat luar biasa dalam mempelajari seni berperang dan memainkan musik, menggubah syair dan melukis.

Ketika sudah cukup umur untuk masuk sekolah, ayahnya memutuskan membangun sebuah sekolah yang indah dengan guru-guru terbaik di Arab yang mengajar di sana , dan hanya beberapa anak saja yang belajar di situ. Anak-anak lelaki dan perempuan dan keluarga terpandang di seluruh jazirah Arab belajar di sekolah baru ini.

Di antara mereka ada seorang anak perempuan dari kepala suku tetangga. Seorang gadis bermata indah, yang memiliki kecantikan luar biasa. Rambut dan matanya sehitam malam; karena alasan inilah mereka menyebutnya Laila-”Sang Malam”.

Meski ia baru berusia dua belas tahun, sudah banyak pria melamarnya untuk dinikahi, sebab-sebagaimana lazimnya kebiasaan di zaman itu, gadis-gadis sering dilamar pada usia yang masih sangat muda, yakni sembilan tahun.

Laila dan Qais adalah teman sekelas. Sejak hari pertama masuk sekolah, mereka sudah saling tertarik satu sama lain. Seiring dengan berlalunya waktu, percikan ketertarikan ini makin lama menjadi api cinta yang membara. Bagi mereka berdua, sekolah bukan lagi tempat belajar.

Kini, sekolah menjadi tempat mereka saling bertemu. Ketika guru sedang mengajar, mereka saling berpandangan. Ketika tiba waktunya menulis pelajaran, mereka justru saling menulis namanya di atas kertas. Bagi mereka berdua, tak ada teman atau kesenangan lainnya. Dunia kini hanyalah milik Qais dan Laila.

Mereka buta dan tuli pada yang lainnya. Sedikit demi sedikit, orang-orang mulai mengetahui cinta mereka, dan gunjingan-gunjingan pun mulai terdengar. Di zaman itu, tidaklah pantas seorang gadis dikenal sebagai sasaran cinta seseorang dan sudah pasti mereka tidak akan menanggapinya.

Ketika orang-tua Laila mendengar bisik-bisik tentang anak gadis mereka, mereka pun melarangnya pergi ke sekolah. Mereka tak sanggup lagi menahan beban malu pada masyarakat sekitar.

Ketika Laila tidak ada di ruang kelas, Qais menjadi sangat gelisah sehingga ia meninggalkan sekolah dan menyelusuri jalan-jalan untuk mencari kekasihnya dengan memanggil-manggil namanya. Ia menggubah syair untuknya dan membacakannya di jalan-jalan.

Ia hanya berbicara tentang Laila dan tidak juga menjawab pertanyaan orang-orang kecuali bila mereka bertanya tentang Laila. Orang-orang pun tertawa dan berkata, ” Lihatlah Qais , ia sekarang telah menjadi seorang majnun, gila.!”

Akhirnya, Qais dikenal dengan nama ini, yakni “Majnun / Magnon”"Melihat orang-orang dan mendengarkan mereka berbicara membuat Majnun tidak tahan. Ia hanya ingin melihat dan berjumpa dengan Laila kekasihnya. Ia tahu bahwa Laila telah dipingit oleh orang tuanya di rumah, yang dengan bijaksana menyadari bahwa jika Laila dibiarkan bebas bepergian, ia pasti akan menjumpai Majnun.

Majnun menemukan sebuah tempat di puncak bukit dekat desa Laila dan membangun sebuah gubuk untuk dirinya yang menghadap rumah Laila. Sepanjang hari Majnun dudukduduk di depan gubuknya, disamping sungai kecil berkelok yang mengalir ke bawah menuju desa itu.

Ia berbicara kepada air, menghanyutkan dedaunan bunga liar, dan Majnun merasa yakin bahwa sungai itu akan menyampaikan pesan cintanya kepada Laila.

Ia menyapa burung-burung dan meminta mereka untuk terbang kepada Laila serta memberitahunya bahwa ia dekat. Ia menghirup angin dari barat yang melewati desa Laila.

Jika kebetulan ada seekor anjing tersesat yang berasal dari desa Laila, ia pun memberinya makan dan merawatnya, mencintainya seolah-olah anjing suci, menghormatinya dan menjaganya sampai tiba saatnya anjing itu pergi jika memang mau demikian.

"Segala sesuatu yang berasal dari tempat kekasihnya dikasihi dan disayangi sama seperti kekasihnya sendiri."

Bulan demi bulan berlalu, dan Majnun tidak menemukan jejak Laila. Kerinduannya kepada Laila demikian besar sehingga ia merasa tidak bisa hidup sehari pun tanpa melihatnya kembali. Terkadang sahabat-sahabatnya di sekolah dulu datang mengunjunginya, tetapi ia berbicara kepada mereka hanya tentang Laila, tentang betapa ia sangat kehilangan dirinya.

●●●▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩▬▬▬▬▬▬●●●
 
 Suatu hari, tiga anak laki-laki, sahabatnya yang datang mengunjunginya demikian terharu oleh penderitaan dan kepedihan Majnun sehingga mereka bertekad membantunya untuk berjumpa kembali dengan Laila. Rencana mereka sangat cerdik.

Esoknya, mereka dan Majnun mendekati rumah Laila dengan menyamar sebagai wanita. Dengan mudah mereka melewati wanita-wanita pembantu dirumah Laila dan berhasil masuk ke pintu kamarnya. Majnun masuk ke kamar, sementara yang lain berada di luar berjaga-jaga.

Sejak ia berhenti masuk sekolah, Laila tidak melakukan apapun kecuali memikirkan Qais. Yang cukup mengherankan, setiap kali ia mendengar burung-burung berkicau dari jendela atau angin berhembus semilir, ia memejamkan matanya sembari membayangkan bahwa ia mendengar suara Qais didalamnya.

Ia akan mengambil dedaunan dan bunga yang dibawa oleh angin atau sungai dan tahu bahwa semuanya itu berasal dari Qais. Hanya saja, ia tak pernah berbicara kepada siapa pun, bahkan juga kepada sahabat-sahabat terbaiknya, tentang cintanya.

Pada hari ketika Majnun masuk ke kamar Laila, ia merasakan kehadiran dan kedatangannya. Ia mengenakan pakaian sutra yang sangat bagus dan indah. Rambutnya dibiarkan lepas tergerai dan disisir dengan rapi di sekitar bahunya. Matanya diberi celak hitam, sebagaimana kebiasaan wanita Arab, dengan bedak hitam yang disebut surmeh. Bibirnya diberi lipstick merah, dan pipinya yang kemerah-merahan tampak menyala serta menampakkan kegembiraannya. Ia duduk di depan pintu dan menunggu.

Ketika Majnun masuk, Laila tetap duduk. Sekalipun sudah diberitahu bahwa Majnun akan datang, ia tidak percaya bahwa pertemuan itu benar-benar terjadi. Majnun berdiri di pintu selama beberapa menit, memandangi, sepuas-puasnya wajah Laila. Akhirnya, mereka bersama lagi.! Tak terdengar sepatah kata pun, kecuali detak jantung kedua orang yang dimabuk cinta ini. Mereka saling berpandangan dan lupa waktu.

Salah seorang wanita pembantu di rumah itu melihat sahabat-sahabat Majnun di luar kamar tuan putrinya. Ia mulai curiga dan memberi isyarat kepada salah seorang pengawal. Namun, ketika ibu Laila datang menyelidiki, Majnun dan kawan-kawannya sudah jauh pergi. Sesudah orang-tuanya bertanya kepada Laila, maka tidak sulit bagi mereka mengetahui apa yang telah terjadi. Kebisuan dan kebahagiaan yang terpancar dimatanya menceritakan segala sesuatunya.

Sesudah terjadi peristiwa itu, ayah Laila menempatkan para pengawal di setiap pintu di rumahnya. Tidak ada jalan lain bagi Majnun untuk menghampiri rumah Laila, bahkan dari kejauhan sekalipun. Akan tetapi jika ayahnya berpikiran bahwa, dengan bertindak hati-hati ini ia bisa mengubah perasaan Laila dan Majnun, satu sama lain, sungguh ia salah besar.

Ketika ayah Majnun tahu tentang peristiwa di rumah Laila, ia memutuskan untuk mengakhiri drama itu dengan melamar Laila untuk anaknya. Ia menyiapkan sebuah kafilah penuh dengan hadiah dan mengirimkannya ke desa Laila. Sang tamu pun disambut dengan sangat baik, dan kedua kepala suku itu berbincang-bincang tentang kebahagiaan anak-anak mereka. Ayah Majnun lebih dulu berkata, “Engkau tahu benar, kawan, bahwa ada dua hal yang sangat penting bagi kebahagiaan, yaitu “Cinta dan Kekayaan”.

Anak lelakiku mencintai anak perempuanmu, dan aku bisa memastikan bahwa aku sanggup memberi mereka cukup banyak uang untuk mengarungi kehidupan yang bahagia dan menyenangkan.

Mendengar hal itu, ayah Laila pun menjawab, “Bukannya aku menolak Qais, anakmu. Aku percaya kepadamu, sebab engkau pastilah seorang mulia dan terhormat,” jawab ayah Laila. “Akan tetapi, engkau tidak bisa menyalahkanku kalau aku berhati-hati dengan anakmu. Semua orang tahu perilaku abnormalnya. Ia berpakaian seperti seorang pengemis. Ia pasti sudah lama tidak mandi dan iapun hidup bersama hewan-hewan dan menjauhi orang banyak. “Tolong katakan kawan, jika engkau punya anak perempuan dan engkau berada dalam posisiku, akankah engkau memberikan anak perempuanmu kepada anakku.?”

Ayah Qais tak dapat membantah. Apa yang bisa dikatakannya? Padahal, dulu anaknya adalah teladan utama bagi kawan-kawan sebayanya? Dahulu Qais adalah anak yang paling cerdas dan berbakat di seantero Arab? Tentu saja, tidak ada yang dapat dikatakannya. Bahkan, sang ayahnya sendiri susah untuk mempercayainya. Sudah lama orang tidak mendengar ucapan bermakna dari Majnun. “Aku tidak akan diam berpangku tangan dan melihat anakku menghancurkan dirinya sendiri,” pikirnya. “Aku harus melakukan sesuatu.”

Ketika ayah Majnun kembali pulang, ia menjemput anaknya, Ia mengadakan pesta makan malam untuk menghormati anaknya. Dalam jamuan pesta makan malam itu, gadis-gadis tercantik di seluruh negeri pun diundang. Mereka pasti bisa mengalihkan perhatian Majnun dari Laila, pikir ayahnya.

Di pesta itu, Majnun diam dan tidak mempedulikan tamu-tamu lainnya. Ia duduk di sebuah sudut ruangan sambil melihat gadis-gadis itu hanya untuk mencari pada diri mereka berbagai kesamaan dengan yang dimiliki Laila.

Seorang gadis mengenakan pakaian yang sama dengan milik Laila; yang lainnya punya rambut panjang seperti Laila, dan yang lainnya lagi punya senyum mirip Laila. Namun, tak ada seorang gadis pun yang benar-benar mirip dengannya, Malahan, tak ada seorang pun yang memiliki separuh kecantikan Laila.

Pesta itu hanya menambah kepedihan perasaan Majnun saja kepada kekasihnya. Ia pun berang dan marah serta menyalahkan setiap orang di pesta itu lantaran berusaha mengelabuinya.

Dengan berurai air mata, Majnun menuduh orang-tuanya dan sahabat-sahabatnya sebagai berlaku kasar dan kejam kepadanya. Ia menangis sedemikian hebat hingga akhirnya jatuh ke lantai dalam keadaan pingsan. Sesudah terjadi petaka ini, ayahnya memutuskan agar Qais dikirim untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah dengan harapan bahwa Allah akan merahmatinya dan membebaskannya dari cinta yang menghancurkan ini.

Di Makkah, untuk menyenangkan ayahnya, Majnun bersujud di depan altar Kabah, tetapi apa yang ia mohonkan?

“Wahai Yang Maha Pengasih, Raja Diraja Para Pecinta, Engkau yang menganugerahkan cinta, aku hanya mohon kepada-Mu satu hal saja,”Tinggikanlah cintaku sedemikian rupa sehingga, sekalipun aku binasa, cintaku dan kekasihku tetap hidup.”

Ayahnya kemudian tahu bahwa tak ada lagi yang bisa ia lakukan untuk anaknya.

●●●▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩▬▬▬▬▬▬●●●

Usai menunaikan ibadah haji, Majnun yang tidak mau lagi bergaul dengan orang banyak di desanya, pergi ke pegunungan tanpa memberitahu di mana ia berada. Ia tidak kembali ke gubuknya. Alih-alih tinggal dirumah, ia memilih tinggal direruntuhan sebuah bangunan tua yang terasing dari masyarakat dan tinggal didalamnya. Sesudah itu, tak ada seorang pun yang mendengar kabar tentang Majnun.

Orang-tuanya mengirim segenap sahabat dan keluarganya untuk mencarinya. Namun, tak seorang pun berhasil menemukannya. Banyak orang berkesimpulan bahwa Majnun dibunuh oleh binatang-binatang gurun sahara. Ia bagai hilang ditelan bumi.

Suatu hari, seorang musafir melewati reruntuhan bangunan itu dan melihat ada sesosok aneh yang duduk di salah sebuah tembok yang hancur. Seorang liar dengan rambut panjang hingga ke bahu, jenggotnya panjang dan acak-acakan, bajunya compang-camping dan kumal.

Ketika sang musafir mengucapkan salam dan tidak beroleh jawaban, ia mendekatinya. Ia melihat ada seekor serigala tidur di kakinya. “Hus” katanya, ‘Jangan bangunkan sahabatku.” Kemudian, ia mengedarkan pandangan ke arah kejauhan. Sang musafir pun duduk di situ dengan tenang. Ia menunggu dan ingin tahu apa yang akan terjadi. Akhimya, orang liar itu berbicara. Segera saja ia pun tahu bahwa ini adalah Majnun yang terkenal itu, yang berbagai macam perilaku anehnya dibicarakan orang di seluruh jazirah Arab.

Tampaknya, Majnun tidak kesulitan menyesuaikan diri dengan kehidupan dengan binatang-binatang buas dan liar. Dalam kenyataannya, ia sudah menyesuaikan diri dengan sangat baik sehingga lumrah-lumrah saja melihat dirinya sebagai bagian dari kehidupan liar dan buas itu.
Berbagai macam binatang tertarik kepadanya, karena secara naluri mengetahui bahwa Majnun tidak akan mencelakakan mereka. Bahkan, binatang-binatang buas seperti serigala sekalipun percaya pada kebaikan dan kasih sayang Majnun.

Sang musafir itu mendengarkan Majnun melantunkan berbagai kidung pujiannya pada Laila. Mereka berbagi sepotong roti yang diberikan olehnya. Kemudian, sang musafir itu pergi dan melanjutkan petjalanannya.

Ketika tiba di desa Majnun, ia menuturkan kisahnya pada orang-orang. Akhimya, sang kepala suku, ayah Majnun, mendengar berita itu. Ia mengundang sang musafir ke rumahnya dan meminta keterangan rinci darinya. Merasa sangat gembira dan bahagia bahwa Majnun masih hidup, ayahnya pergi ke gurun sahara untuk menjemputnya.

Ketika melihat reruntuhan bangunan yang dilukiskan oleh sang musafir itu, ayah Majnun dicekam oleh emosi dan kesedihan yang luar biasa. Betapa tidak! Anaknya terjerembab dalam keadaan mengenaskan seperti ini. “Ya Tuhanku, aku mohon agar Engkau menyelamatkan anakku dan mengembalikannya ke keluarga kami,” jerit sang ayah menyayat hati.

Majnun mendengar doa ayahnya dan segera keluar dari tempat persembunyiannya. Dengan bersimpuh dibawah kaki ayahnya, ia pun menangis, “Wahai ayah, ampunilah aku atas segala kepedihan yang kutimbulkan pada dirimu. Tolong lupakan bahwa engkau pernah mempunyai seorang anak, sebab ini akan meringankan beban kesedihan ayah. Ini sudah nasibku mencinta, dan hidup hanya untuk mencinta.” Ayah dan anak pun saling berpelukan dan menangis.

Inilah pertemuan terakhir mereka.

●●●▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩▬▬▬▬▬▬●●●

Keluarga Laila menyalahkan ayah Laila lantaran salah dan gagal menangani situasi putrinya. Mereka yakin bahwa peristiwa itu telah mempermalukan seluruh keluarga. Karenanya, orangtua Laila memingitnya dalam kamamya. Beberapa sahabat Laila diizinkan untuk mengunjunginya, tetapi ia tidak ingin ditemani. Ia berpaling kedalam hatinya, memelihara api cinta yang membakar dalam kalbunya.

Untuk mengungkapkan segenap perasaannya yang terdalam, ia menulis dan menggubah syair kepada kekasihnya pada potongan-potongan kertas kecil. Kemudian, ketika ia diperbolehkan menyendiri di taman, ia pun menerbangkan potongan-potongan kertas kecil ini dalam hembusan angin.

Orang-orang yang menemukan syair-syair dalam potongan-potongan kertas kecil itu membawanya kepada Majnun. Dengan cara demikian, dua kekasih itu masih bisa menjalin hubungan.

Karena Majnun sangat terkenal di seluruh negeri, banyak orang datang mengunjunginya. Namun, mereka hanya berkunjung sebentar saja, karena mereka tahu bahwa Majnun tidak kuat lama dikunjungi banyak orang. Mereka mendengarkannya melantunkan syair-syair indah dan memainkan serulingnya dengan sangat memukau.

Sebagian orang merasa iba kepadanya; sebagian lagi hanya sekadar ingin tahu tentang kisahnya. Akan tetapi, setiap orang mampu merasakan kedalaman cinta dan kasih sayangnya kepada semua makhluk.

Salah seorang dari pengunjung itu adalah seorang ksatria gagah berani bernama ‘Amr, yang berjumpa dengan Majnun dalam perjalanannya menuju Mekah. Meskipun ia sudah mendengar kisah cinta yang sangat terkenal itu di kotanya, ia ingin sekali mendengarnya dari mulut Majnun sendiri.

Drama kisah tragis itu membuatnya sedemikian pilu dan sedih sehingga ia bersumpah dan bertekad melakukan apa saja yang mungkin untuk mempersatukan dua kekasih itu, meskipun ini berarti menghancurkan orang-orang yang menghalanginya.!

Ketika Amr kembali ke kota kelahirannya, Ia pun menghimpun pasukannya. Pasukan ini berangkat menuju desa Laila dan menggempur suku di sana tanpa ampun. Banyak orang yang terbunuh atau terluka.

Ketika pasukan ‘Amr hampir memenangkan pertempuran, ayah Laila mengirimkan pesan kepada ‘Amr, “Jika engkau atau salah seorang dari prajuritmu menginginkan putriku, aku akan menyerahkannya tanpa melawan. Bahkan, jika engkau ingin membunuhnya, aku tidak keberatan. Namun, ada satu hal yang tidak akan pernah bisa kuterima, jangan minta aku untuk memberikan putriku pada orang gila itu”.

Majnun mendengar pertempuran itu hingga ia bergegas kesana. Di medan pertempuran, Majnun pergi ke sana kemari dengan bebas di antara para prajurit dan menghampiri orang-orang yang terluka dari suku Laila. Ia merawat mereka dengan penuh perhatian dan melakukan apa saja untuk meringankan luka mereka.

Amr pun merasa heran kepada Majnun, ketika ia meminta penjelasan ihwal mengapa ia membantu pasukan musuh, Majnun menjawab, “Orang-orang ini berasal dari desa kekasihku. Bagaimana mungkin aku bisa menjadi musuh mereka?”

Karena sedemikian bersimpati kepada Majnun, ‘Amr sama sekali tidak bisa memahami hal ini. Apa yang dikatakan ayah Laila tentang orang gila ini akhirnya membuatnya sadar. Ia pun memerintahkan pasukannya untuk mundur dan segera meninggalkan desa itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Majnun.

●●●▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩▬▬▬▬▬▬●●●

Laila semakin merana dalam penjara kamarnya sendiri. Satu-satunya yang bisa ia nikmati adalah berjalan-jalan di taman bunganya.

Suatu hari, dalam perjalanannya menuju taman, Ibn Salam, seorang bangsawan kaya dan berkuasa, melihat Laila dan serta-merta jatuh cinta kepadanya. Tanpa menunda-nunda lagi, ia segera mencari ayah Laila.

Merasa lelah dan sedih hati karena pertempuran yang baru saja menimbulkan banyak orang terluka di pihaknya, ayah Laila pun menyetujui perkawinan itu.

Tentu saja, Laila menolak keras. Ia mengatakan kepada ayahnya, “Aku lebih senang mati ketimbang kawin dengan orang itu.” Akan tetapi, tangisan dan permohonannya tidak digubris. Lantas ia mendatangi ibunya, tetapi sama saja keadaannya.

Perkawinan pun berlangsung dalam waktu singkat. Orangtua Laila merasa lega bahwa seluruh cobaan berat akhirnya berakhir juga.

Akan tetapi, Laila menegaskan kepada suaminya bahwa ia tidak pernah bisa mencintainya. “Aku tidak akan pernah menjadi seorang istri,” katanya. “Karena itu, jangan membuang-buang waktumu. Carilah seorang istri yang lain. Aku yakin, masih ada banyak wanita yang bisa membuatmu bahagia.”

Sekalipun mendengar kata-kata dingin ini, Ibn Salam percaya bahwa, sesudah hidup bersamanya beberapa waktu larnanya, pada akhirnya Laila pasti akan menerimanya. Ia tidak mau memaksa Laila, melainkan menunggunya untuk dating kepadanya.

Ketika kabar tentang perkawinan Laila terdengar oleh Majnun, ia menangis dan meratap selama berhari-hari. Ia melantunkan lagu-Iagu yang demikian menyayat hati dan mengharu biru kalbu sehingga semua orang yang mendengarnya pun ikut menangis. Derita dan kepedihannya begitu berat sehingga binatang-binatang yang berkumpul di sekelilinginya pun turut bersedih dan menangis.

Namun, kesedihannya ini tak berlangsung lama, sebab tiba-tiba Majnun merasakan kedamaian dan ketenangan batin yang aneh. Seolah-olah tak terjadi apaapa, ia pun terus tinggal di reruntuhan itu. Perasaannya kepada Laila tidak berubah dan malah menjadi semakin lebih dalam lagi.

Dengan penuh ketulusan, Majnun menyampaikan ucapan selamat kepada Laila atas perkawinannya: “Semoga kalian berdua selalu berbahagia di dunia ini. Aku hanya meminta satu hal sebagai tanda cintamu, janganlah engkau lupakan namaku, sekalipun engkau telah memilih orang lain sebagai pendampingmu. Janganlah pernah lupa bahwa ada seseorang yang, meskipun tubuhnya hancur berkeping-keping, hanya akan memanggil-manggil namamu, Laila”.

Sebagai jawabannya, Laila mengirimkan sebuah anting-anting sebagai tanda pengabdian tradisional. Dalam surat yang disertakannya, ia mengatakan,

“Dalam hidupku, aku tidak bisa melupakanmu barang sesaat pun. Kupendam cintaku demikian lama, tanpa mampu menceritakannya kepada siapapun. Engkau memaklumkan cintamu ke seluruh dunia, sementara aku membakarnya di dalam hatiku, dan engkau membakar segala sesuatu yang ada di sekelilingmu. Kini, aku harus menghabiskan hidupku dengan seseorang, padahal segenap jiwaku menjadi milik orang lain. Katakan kepadaku, kasih, mana di antara kita yang lebih dimabuk cinta, engkau ataukah aku.?"

●●●▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩▬▬▬▬▬▬●●●

Tahun demi tahun berlalu, dan orang-tua Majnun pun meninggal dunia. Ia tetap tinggal di reruntuhan bangunan itu dan merasa lebih kesepian ketimbang sebelumnya. Di siang hari, ia mengarungi gurun sahara bersama sahabat-sahabat binatangnya. Di malam hari, ia memainkan serulingnya dan melantunkan syair-syairnya kepada berbagai binatang buas yang kini menjadi satu-satunya pendengarnya.

Ia menulis syair-syair untuk Laila dengan ranting di atas tanah. Selang beberapa lama, karena terbiasa dengan cara hidup aneh ini, ia mencapai kedamaian dan ketenangan sedemikian rupa, sehingga tak ada sesuatu pun yang sanggup mengusik dan mengganggunya.

Sebaliknya, Laila tetap setia pada cintanya. Ibn Salam tidak pernah berhasil mendekatinya. Kendatipun ia hidup bersama Laila, ia tetap jauh darinya. Berlian dan hadiah-hadiah mahal tak mampu membuat Laila berbakti kepadanya. Ibn Salam sudah tidak sanggup lagi merebut kepercayaan dari istrinya. Hidupnya serasa pahit dan sia-sia. Ia tidak menemukan ketenangan dan kedamaian di rumahnya.

Laila dan Ibn Salam adalah dua orang asing dan mereka tak pernah merasakan hubungan suami istri. Malahan, ia tidak bisa berbagi kabar tentang dunia luar dengan Laila.

Tak sepatah kata pun pernah terdengar dari bibir Laila, kecuali bila ia ditanya. Pertanyaan ini pun dijawabnya dengan sekadarnya saja dan sangat singkat. Ketika akhirnya Ibn Salam jatuh sakit, ia tidak kuasa bertahan, sebab hidupnya tidak menjanjikan harapan lagi. Akibatnya, pada suatu pagi di musim panas, ia pun meninggal dunia.

Kematian suaminya tampaknya makin mengaduk-ngaduk perasaan Laila. Orang-orang mengira bahwa ia berkabung atas kematian Ibn Salam, padahal sesungguhnya ia menangisi kekasihnya, Majnun yang hilang dan sudah lama dirindukannya.

Selama bertahun-tahun, ia menampakkan wajah tenang, acuh tak acuh, dan hanya sekali saja ia menangis. Kini, ia menangis keras dan lama atas perpisahannya dengan kekasih satu-satunya.

Ketika masa berkabung usai, Laila kembali ke rumah ayahnya. Meskipun masih berusia muda, Laila tampak tua, dewasa, dan bijaksana, yang jarang dijumpai pada diri wanita seusianya. Sementara api cintanya makin membara, kesehatan Laila justru memudar karena ia tidak lagi memperhatikan dirinya sendiri. Ia tidak mau makan dan juga tidak tidur dengan baik selama bermalam-malam.

Bagaimana ia bisa memperhatikan kesehatan dirinya kalau yang dipikirkannya hanyalah Majnun semata? Laila sendiri tahu betul bahwa ia tidak akan sanggup bertahan lama. Akhirnya, penyakit batuk parah yang mengganggunya selama beberapa bulan pun menggerogoti kesehatannya.

Ketika Laila meregang nyawa dan sekarat, ia masih memikirkan Majnun. Ah, kalau saja ia bisa berjumpa dengannya sekali lagi untuk terakhir kalinya.! Ia hanya membuka matanya untuk memandangi pintu kalau-kalau kekasihnya datang. Namun, ia sadar bahwa waktunya sudah habis dan ia akan pergi tanpa berhasil mengucapkan salam perpisahan kepada Majnun.

Pada suatu malam di musim dingin, dengan matanya tetap menatap pintu, ia pun meninggal dunia dengan tenang sambil bergumam, "Majnun…Majnun...Majnun.."

●●●▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩▬▬▬▬▬▬●●●

Kabar tentang kematian Laila menyebar ke segala penjuru negeri dan, tak lama kemudian, berita kematian Lailapun terdengar oleh Majnun. Mendengar kabar itu, ia pun jatuh pingsan di tengah-tengah gurun sahara dan tetap tak sadarkan diri selama beberapa hari.

Ketika kembali sadar dan siuman, ia segera pergi menuju desa Laila. Nyaris tidak sanggup berjalan lagi, ia menyeret tubuhnya di atas tanah. Majnun bergerak terus tanpa henti hingga tiba di kuburan Laila di luar kota. Ia berkabung dikuburannya selama beberapa hari.

Ketika tidak ditemukan cara lain untuk meringankan beban penderitaannya, perlahan-lahan ia meletakkan kepalanya di kuburan Laila kekasihnya dan meninggal dunia dengan tenang. Jasad Majnun tetap berada di atas kuburan Laila selama setahun.

Belum sampai setahun peringatan kematiannya ketika segenap sahabat dan kerabat menziarahi kuburannya, mereka menemukan sesosok jasad terbujur di atas kuburan Laila. Beberapa teman sekolahnya mengenali dan mengetahui bahwa itu adalah jasad Majnun yang masih segar seolah baru mati kemarin. Ia pun dikubur di samping Laila. Tubuh dua kekasih itu, yang kini bersatu dalam keabadian, kini bersatu.

●●●▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩▬▬▬▬▬▬●●●

Konon, tak lama sesudah itu, ada seorang Sufi bermimpi melihat Majnun hadir di hadapan Tuhan. Allah swt membelai Majnun dengan penuh kasih sayang dan mendudukkannya disisi-Nya. Lalu, Tuhan pun berkata kepada Majnun, “Tidakkah engkau malu memanggil-manggil- Ku dengan nama Laila, sesudah engkau meminum anggur Cinta-Ku?”

Sang Sufi pun bangun dalam keadaan gelisah. Jika Majnun diperlakukan dengan sangat baik dan penuh kasih oleh Allah Subhana wa ta’alaa, ia pun bertanya-tanya, lantas apa yang terjadi pada Laila yang malang.? Begitu pikiran ini terlintas dalam benaknya, Allah swt pun mengilhamkan jawaban kepadanya, “Kedudukan Laila jauh lebih tinggi, sebab ia menyembunyikan segenap rahasia Cinta dalam dirinya sendiri.”

●●●▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩▬▬▬▬▬▬●●●
Sumber: Negeri Sufi ( Tales from The Land of Sufis )
By Syaikh Sufi Mawlana Hakim Nizhami qs

27 Agu 2012

Salam

Mengungkapkan tentang perasaan untuk sebagian orang adalah hal yang tersulit dilakukan....
mereka akan bilang bahwa termasuk orang introvert/tertutup, padahal tidak semua permasalahan bisa kita umbar sedemikian rupa... karna apa?? karna kita masih punya hati.
Memang berbicara itu mudah, akan tetapi kita tidak akan pernah tau apa dampak yang akan terjadi....
kadang ada salah paham, penerimaan dari lawan bicara kita yang kurang.... dll...
mungkin akan lebih baik menyimpan dan menuliskannya disini... Demi menjaga hati....
Karna kita tau, bahwa ada yang  maha mengetahui dari apa pun....yaitu Allah.

yaa.... yang tak dapat dikatakan oleh lisan, bisa diungkapkan lewat tulisan