makan siangku menjadi sangat menarik kala itu, tak sengaja aku makan
bersama dengan pasutri yang duduknya tak jauh dari mejaku, mereka sudah
berumur,
ya...terlihat dari keriput tangan dan wajah mereka, serta uban putih yang sudah banyak tumbuh dan terlihat.
sungguh dari jauh saja sudah terlihat romantis...
pesananku sudah datang, kunikmati ber dua bersama keponakanku...
sedang asiknya makan, kulihat pasutri itu hendak beranjak pergi. si istri pergi ke kasir, dan si bapak bersiap diri.
masih biasa saja, sampai pada akhirnya si bapak lupa kunci motornya dia simpan dimana.
kesana kemari mencari, di meja, kursi, bawah meja, saku baju, tas si istri....
si bapak keluar menuju kendaraannya, berharap kunci ada di motor mereka. tapi ternyata tak ada hasil....
si
istri pun menemui si bapak dan menemaninya mencari, dengan suaranya
yang lembut dan sabar si istri membantunya mengingat, meruntut,
mensimulasikan dari awal....
hingga akhirnya bingggooo....kuncinya ketemu. Dan mereka pun pergi.
mungkin cerita ini biasa saja,tapi tidak untukku....
aku melihat, mendengar dan mendapat sebuah pelajaran besar.
Bahwa kebahagiaan itu sederhana, kebahagiaan yang sesungguhnya adalah esok...
ketika datang usia senja kita, kita bersama dengan orang yang lembut, menyayangi, dan sabar menghadapi kita.
kita ditemani oleh orang yang menenangkan hati, ketika kepikunan datang melanda....
bukan malah menyalahkan, bahkan marah-marah atas kesalahan kita, meski itu tak sengaja....
bahagia itu............karena bersama-sama menikmati hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar