16 Sep 2013

♣ Matahari tanpa sinar tidak layak disebut matahari ♣

Kadang kala, hidup mengharuskan kita menangis. Kita merasa sudah berbuat baik dan benar, tetapi masih banyak kritikan yang dialamatkan kepada kita. Kita mengira keputusan yang kita ambil sudah tepat, ternyata pikiran kita keliru.

Jangan putus asa. Bangkitlah....
Teruslah berjuang dan jangan jemu jemu berbuat baik.


Matahari tanpa sinar tidak layak disebut matahari.

Demikian juga dengan kita. Kita adalah matahari yang harus memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutupi pandangan orang untuk melihat keindahan cahaya kita.

Mendung tak berarti hujan. Yakinlah, itu hanya suatu cobaan, masih ada waktu dan kesempatan untuk meraih cita dan cinta.

Tetap semangat. Ayunkan langkah.
Raih hari esok, bersama Tuhan.

Bukan karena hari ini INDAH kita bahagia, tapi karena kita BAHAGIA, maka hari ini menjadi indah.

Bukan karena tidak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS, tapi karena kita OPTIMIS, maka RINTANGAN menjadi tak terasa.

Yakinlah,Tuhan selalu menyertai kita.
Jangan biarkan hari-hari berlalu tanpa di isi dengan hal-hal yang tak bermakna.
Maknai harimu dengan melakukan sesuatu yang berguna bagi sesama.

YANG TERPENTING BUKAN SEBERAPA LAMA KITA HIDUP, TAPI YANG PENTING ADALAH, SEBERAPA BERGUNANYA KITA BAGI SESAMA SELAMA KITA HIDUP

_____ Unknow _____

Tidak ada komentar:

Posting Komentar