Ibu, Kau sentuh pipiku dengan lembut
hangat tanganmu, menggambarkan hangatnya kasih sayangmu
Ku rasakan rasa cinta yang sangat dalam
seperti ada aliran-aliran kasih sayang yang berpindah kedalam tubuhku
Tanganmu memberikan kesembuhan akan sakitku,
rasa sakit seperti hilang begitu saja.
Aku tetap terdiam, walau sebenarnya aku sudah bangun
berpura-pura tertidur agar tidak mengagetkannya....
Tak terasa..., air mataku menetes
Ku rasakan kerinduan, kekecewaan terhadap diriku sendiri yang masih saja belum bisa membahagiakannya.
Tuhan....jangan hukum Ibu dan Ayahku, atas dosa yang ku lakukan.
Mereka cukup menyayangiku....
tak kurang-kurang mereka memberikan kasih sayang dan cintanya kepadaku.
Aku yang lalai, aku yang bodoh, membiarkan orang lain menyakitimu, Ibu.....dan aku hanya diam saja.
Aku yang salaaahh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar