
Tuhan, Engkau Maha Melihat dan Maha Tau,
ditanganMu lah keadilan benar-benar adil, karena Engkau lah Maha Bijaksana diatas segala-galanya.
Engkaulah penentu hukuman bagi kami, manusia.
Tak pernah terbayangkan, bahwa aku akan merasa sakit sedemikian dalam. Mungkin ini adalah hukuman untukku, atas kesalahan-kesalahan yang tak ku sadari.
Sudah kulakukan apa yang harus ku lakukan,
dan ku lakukan sewajarnya apa yang memang harus ku lakukan.
dengan hati, ku lakukan tanpa tendensi ingin dinilai A/B.
Memang, aku belum bisa memberikan yang terbaik, karna aku belum menjadi bagian dari keluarga. Aku masih punya kewajiban terhadap keluargaku. Dan itu pun kau tau.
Aku hanya orang luar yang juga ingin dihargai, tidak dibanding-bandingkan dengan orang yang tidak jadi masuk dalam keluargamu.
tak pernahkah kau berfikir, bahwa semua yang ku lakukan karna aku ingin mengabdi kepadamu, hormat dan patuh menjadi istri, diterima dengan hati.
Yang kutau, sudah ku lakukan banyak hal, tapi tidak sebaliknya dengan dirimu.
Anggaplah, aku tak pernah berkorban apa pun, tapi yang kulakukan untuk keluargamu adalah murni dari hatiku, kesadaran diri, dan bukan sebuh formalitas seperti yang kau tuduhkan. Aku memang bukan yang terbaik, dan aku mengakui. Tapi setidaknya, aku mampu memperbaiki diri.
ya sudah lah... Pasrah saja, toh penilaian yang abadi itu datang hanya dari Tuhan. Tuhan yang akan meninggikan derajat kita, bukan manusia.
tak perlu merisaukan omongan orang, karna mulut manusia itu lebih tajam dari pedang, dan lebih pedas dari cabai.
Aku hanyalah kupu-kupu....
cantik, namun aku tak mampu melihat kecantikan sayapku....
bahkan dalam keadaan cantik sedemikian rupa...
Aku masih merasa buruk seperti ulat....
Apa ini....perasaan dalam hati seperti mati, tak bisa merasa....tak bisa berangan.....
tak bisa berfikir....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar